Google Buat "Artificial Intelligence" Lebih Merakyat
Machine Learning (ML) dan Artificial Intelligence (AI) menjadi topik
“seksi” di industri teknologi sejak beberapa tahun terakhir.
Perusahaan
teknologi berbondong-bondong mengembangkannya dalam berbagai bentuk,
sebut saja asisten digital, perabotan pintar, hingga robot-robot canggih
yang membantu proses produksi manufaktur.
Mesin pencari Google sejatinya mulai menggembar-gemborkan soal
machine learning pada “pesta” developer Google I/O 2016 lalu. Tahun ini,
di ajang yang sama, Google membeberkan kembali keseriusan mereka
memperdalam implementasi ML dan AI.
CEO Google Sundar Pichai
mengatakan, dunia sudah beralih dari "mobile first" ke "AI first"
mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju.
“Tahun lalu kami mengatakan visi untuk menjadi perusahaan AI-first.
Kini kami membawa manfaat AI untuk semua orang,” kata Pichai, Rabu
(17/5/2017), dalam Main Keynote Google I/O 2017 di Shoreline
Amphitheatre, Mountain View, Amerika Serikat.
Artinya, AI yang dikembangkan Google dirancang lebih merakyat alias tak hanya berfungsi untuk developer saja, tetapi juga untuk korporasi dan pengguna umum.
Jika
tahun lalu pembahasan soal AI mengerucut pada perkenalan Google
Assistant, maka kini AI lebih merambah ke semua lini produk Google.
Aplikasi Google, seperti Gmail, Google Photos, Google Home, dan lainnya
dibuat lebih pintar berkat kecerdasan buatan AI.
Artificial Intelligence di perangkat rumah pintar Google Home
membuatnya bisa melakukan panggilan via WiFi, mengirim pesan, dan
memberikan notifikasi untuk penundaan penerbangan atau peringatan macet
lalu lintas.
Berkat AI diperkuat machine learning, Gmail pun menjadi lebih pintar.
Fitur “smart reply” yang sebelumnya ditujukan untuk aplikasi Allo kini
diekspansi ke Gmail. Dengan begitu, saling balas-membalas e-mail bisa
lebih efisien waktu, terutama untuk jawaban-jawaban template seperti
“terima kasih”, “ok”, dan sebagainya.
AI juga menjadikan Google
Photos semakin nyaman dipakai. Pengguna akan dimudahkan dengan kemampuan
Google Photos mengumpulkan foto secara otomatis berdasarkan acara,
seperti liburan atau perayaan ulang tahun.
Seperti dilaporkan langsung oleh jurnalis KompasTekno Fatimah Kartini, Google Assistant yang sudah lebih dulu kebagian kemampuan IA juga disuntik kemampuan baru.
Google
Assistant nantinya tak hanya bertengger secara terpisah di smartphone
dan Google Home. Fitur asisten digital Google Assistant ini
mengolaborasikan berbagai perangkat sehingga bisa dibilang sebagai
realisasi Internet of Things (IoT). Google Assistant bahkan hadir pula
untuk iOS.
Hal-hal seru lainnya yang bakal diketahui selama tiga
hari di ajang Google I/O menyangkut ekosistem Virtual Reality (VR)
Google Daydream dan proyek Tango, sistem operasi anyar Android O dan
Android Go, solusi untuk developer semacam Firebase dan Kotlin, serta
peningkatan layanan-layanan seperti Photos.

Komentar
Posting Komentar